Prospek Peternakan Sapi Organik Cerah (2)

Dua ekor sapi bali jantan yang dipelihara secara organik di daerah Klungkung tumbuh sehat

Oleh: Prof. Dr. Ir. Ni Nyoman Suryani, Msi *)

Kebutuhan produk organik masih belum bisa dipenuhi oleh produsen. Alasan konsumen memilih produk organik menurut riset adalah ingin hidup lebih sehat. Hal ini disebabkan karena produk organik bebas pestisida dan bebas GMO (genetically modified food/rekayasa genetik) dibandingkan produk non-organik.

Selain itu alasan yang mendorong konsumen beralih keproduk organik adalah isu lingkungan dan kesejahteraan hewan. Produksi daging organik diatur oleh standar organik nasional Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang diterapkan pada tahun 2002. Standar ini menyatakan bahwa hewan harus dipelihara menggunakan praktik manajemen organik dan ternak yang dipelihara secara organik harus dipisahkan dari hewan konvensional.

Penggunaan hormone peningkat pertumbuhan dan antibiotic tidak diperkenankan. Sapi hanya dapat diberi makan 100% pakan yang diproduksi secara organik yang bebas dari produk sampingan hewan.

Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang mendukung pelestarian ingkungan. Sistem produksi pangan organik didasarkan pada standar produksi yang spesifik dan teliti dengan tujuan untuk menciptakan agro ekosistem optimal dan lestari berkelanjutan, baik secara sosial, ekologi, maupun ekonomi dan etika.

Tujuan pertanian organik adalah menyediakan produk yang sehat, aman dan ramah lingkungan. Pedoman pertanian organik dirumuskan dan dikembangkan oleh International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM) tahun 1996, dan penerapannya telah dilakukan di seluruh dunia.

Konsep peternakan organik berkembang seiring dengan meningkatnya produk yang ramah lingkungan dengan memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan hewan sehingga menghasilkan produk ternak yang berkualitas.

Budidaya sapi organik bisa juga diterapkan melalui sistem pertanian terpadu yang memadukan pemeliharaan tanaman dan ternak (sapi). Pengelolaan sistem pertanian terpadu merupakan upaya untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan dengan memperhatikan sumberdaya yang tersedia secara berkelanjutan.*) Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Udayana.