Proses Pembuatan Bonsai Gunakan Pupuk Organik

Pembuatan bonsai sebaiknya menggunakan pupuk organik agar tanaman selalu segar dan sehat.

Dalam proses pembuatan bonsai atau memindahkan tanaman ke dalam tempat yang lebih besar usahakan untuk selalu menggunakan pupuk organik, sehingga tanaman yang dikerdilkan itu  selalu sehat, segar dan aman untuk kelangsungan pertumbuhannya.

“Kalau menggunakan pupuk kimia takarannya harus tepat, jika melebihi takaran tanaman bonsai bisa layu, bahkan mati, sehingga sangat disayangkan tanaman yang sudah lama dirawat itu mati,” kata Santoso, bonsai artist Kota Bogor pada Talkshow tentang seni bonsai secara vertual yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, baru-baru ini.

Santoso yang menekuni kegiatan seni bonsai sejak tahun 2001 atau 20 tahun yang silam menjawab pertanyaan salah seorang peserta menjelaskan, penggunaan pupuk organik dalam proses pemeliharaan maupun memindahkan tempat bonsai ke tempat yang lebih besar sama sekali tidak berbahaya terhadap tanaman.

“Saya selalu menggunakan pupuk organik dalam proses pembentukan bonsai sampai mendapatkan tanaman yang dikerdilkan itu sesuai harapan. Bonsai dalam proses pembuatan termasuk untuk menumbuhkan akar, cabang dan ranting dilakukan dengan cara mengelupas kulitnya,” ujar Santoso.

Demikian pula dalam usaha melakukan pencangkokan terhadap satu jenis tanaman, Santoso mengaku tidak pernah menggunakan zat atau alat perangsang, kecuali medianya dan tanah biasa. Ada beberapa jenis alat perangsang dengan merk tertentu yang beredar di pasaran, agar tanaman bonsai pada tempat-tempat yang diinginkan bisa tumbuh akar baru.

Mencangkok pohon asam misalnya asal dilakukan dengan benar menggunakan media yang baik, tanah subur dan pupuk organik akan tumbuh akar baru, kata Santoso. Ia merupakan salah satu dari tiga pembicara dalam kegiatan menyambut Dies Natalis ke-72 Universitas Nasional Jakarta yang melibatkan mahasiswa, dosen dan peserta lintas provinsi di nusantara yang dibuka Dekan Fakultas Pertanian  UNAS Ir. Inkorena GS Sukartono, M.Agr.

Dua pembicara lainnya adalah Wahyu Herwantoro (Bonsai Artist, Kota Bogor) dan Sidik Badrock (Bonsai Artistt Kota Tasikmalaya) dengan moderator Dea Fitri Astuti, seorang mahasiswi perguruan tinggi tersebut. linktr.ee/pakolescom