Pertanian Organik Pulihkan Kerusakan Tanah

Penggunaan EM dibidang pertanian organik.

Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) merupakan perkumpulan para pecinta pertanian organik  yang berdiri sejak tahun 2000,  menggelar kongres ke V di Jakarta mengungkapkan  pentingnya pertanian organik untuk memulihkan kerusakan tanah akibat menurunnya kualitas tanah.

“Melakukan budidaya pertanian yang baik (good agricultural practices/GAP) adalah  sistem pertanian  ramah lingkungan yang bertujuan untuk pangan berkelanjutan,” kata Wakil Ketua Umum Maporina Subandriyo ketika membuka Kongres tersebut.

Sementara Ketua Panitia Kongres ke V Maporina Hendriyanto  menjelaskan, dalam Kongres Maporina kali ini mengusung tema yang disesuaikan  dengan kondisi pandemi yakni “Gaya Hidup Organik, untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Tehadap Covid 19”.

Berdasarkan hasil penelitian, tanaman organik memiliki 17 persen lebih banyak antioksidan dibanding tanaman umum.  Menurut profesor ekologi pertanian di Newcastle University di Inggris, Carlo Leifere, ini menunjukkan bagaimana tanaman yang ditanam secara organik lebih sehat.

“Jika anda mengkonsumsi tanaman organik, dapat dipastikan anda akan mendapatkan antioksidan lebih banyak, bahkan setara dengan kandungan kalori didalamnya,” ujar  Manajer Pak Oles Green School Ir. Koentjoro Adijanto menambahkan.

Dengan demikian bertani yang ramah lingkungan dan mesra alam akan menyehatkan tanah dan menyuburkan tanaman, sehingga memberikan kehidupan masyarakat menjadi lebih sehat. EM4 Pelopor Pertanian Organik . linktr.ee/pakolescom