Pepaya Organik di Kawasan Kebun Herbal Berbuah Lebat

Mohammad Dofir memanen buah pepaya yang telah menguning di kebun tanaman obat Pak Oles.

Pepaya organik yang dipelihara dengan pupuk Bokashi di kawasan kebun tanaman herbal Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali berbuah lebat yang sebagian besar sudah matang, dipanen bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, Sabtu (20/11).

Mohammad Dofir yang sejak Hari Penampahan Galungan (8/11) melakukan aktivitas di kawasan kebun tanaman herbal seluas 5 hektar itu melakukan panen dengan memanjat pohon pepaya setinggi 3,5 meter itu.

“ Tanaman ini termasuk jenis pepaya manis, ukuran medium sudah berumur satu tahun. Bibitnya dari biji papaya dengan buah ukuran kecil yang dibeli di pasar,” tutur Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang menyaksikan panen pelaya tersebut.

Papaya yang tumbuh subur itu dipupuk dengan pupuk Bokashi, sejak 6 bulan lalu sudah belajar berbuah. Setiap dua minggu buah papaya dipanen rata rata 5 buah. Buahnya manis, bahkan kulitnyapun bisa dimakan, rasanya manis juga.

“Papaya kali ini dipanen 25 biji, semuanya ranum dan masak. Pohon itu seolah menunggu kedatangan saya di kebun, untuk bisa dipetik buahnya. Buah pepaya termasuk buah yang paling seksi di dunia, karena selalu mengingatkan setiap lelaki dengan buah lain yang menggantung tertutup beha,” ujar Pak Oles sambil tertawa.

Papaya adalah buah ajaib, sangat menyehatkan kulit dan perut. Daunnya juga sangat bagus untuk jamu. Daun pepaya bisa melembutkan daging yang keras. Itu bedanya daun pepaya dengan tangan wanita. Tangan wanita bisa mengeraskan daging yang lembut. Salam tokcer. linktr.ee/pakolescom