Pak Oles: Mahasiswa FP Dalami dan Kembangkan Ilmu Pertanian

Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr ketika tampil sebagai pembicara tunggal dalam Webinar “Pertanian Ramah Lingkungan di Era Revolusi Industri 5.0”

Mahasiswa fakultas pertanian di lembaga pendidikan tinggi negeri maupun swasta dituntut  untuk terus belajar dengan penuh semangat  menyelesaikan kuliah tepat waktu, sekaligus mampu memperdalam dan mengembangkan ilmu pertanian.

“Ilmu pertanian dalam program studi  menyangkut skala yang sangat luas dapat dikembangkan dalam lintas ilmu lain  yang semuanya multi talenta  sangat berguna  mengembangkan praktek pertanian di masyarakat,”  kata Direktur Utama PT Songgolangit Persada, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang akrab disapa Pak Oles ketika tampil sebagai pembicara utama dalam Webinar “Pertanian Ramah Lingkungan di Era Revolusi Industri 5.0”,  baru-baru ini.

Pak Oles mengungkapkan hal itu di hadapan sekitar 149 mahasiswa, dosen dan peserta lintas provinsi di Indonesia dalam menyambut Dies Natalis ke-72 Universitas Nasional Jakarta yang dibuka  Ketua Dies Natalis ke-27 perguruan tinggi tersebut  Ir. Inkorena GS Sukartono, M.Agr dengan moderator Ir. Etty Hesthiati, MSI.

Ia mengatakan, ilmu pertanian dengan lintas ilmu lainnnya yang diminati terus dipelajari dan diperdalam, serta belajar menulis, banyak membaca, belajar bercerita (story telling), belajar menjual (story selling), kreatif  berproduksi, belajar mengelola, memimpin, berani berbeda dan berani mencoba.

Dengan berbagai upaya tersebut akan menemukan keahlian, proses menemukan jati diri dan kepercayaan diri melalui pengetahuan dan belajar. Investasikan waktu untuk ilmu dan pengetahuan membangun hubungan sosial, membangun citra diri positif, membuka kesempatan yang lebih baik dan luas.

“Keahlian adalah ilmu yang dipraktekkan, semakin dipraktekkan akan semakin ahli. Setelah memiliki keahlian, kerja, kesempatan dan uang akan datang,” ujar Pak Oles.

Pak Oles menekankan, keahlian dan integritas (kejujuran/dipercaya) adalah uang serta kesempatan dan jaringan menjadi terbuka luas. Modal berupa produk dan keahlian harus terus dipromosikan melalui media sosial agar dikenal masyarakat luas.

Produk yang dikenal dan terkenal akan dicari dan dibeli maysarakat luas, lakukan aktivitas secara aktif di media sosial, web (online), aktif di dunia nyata (offline), berani, percaya diri dan mudah dihubungi via medsos.

Hal lain adalah suka berbagi ilmu pengetahuan, aktivitas menarik, memiliki jaringan yang semakin luas, kesempatan terbuka luas, santai, namun tujuan tercapai, ujar Pak Oles. linktr.ee/pakolescom