Otot Malas Harus Dilatih, Agar Tidak Nyeri

Pak Oles, berjemur sambil membaca buku di kawasan Pantai Sanur

Oleh: Gede Ngurah Wididana *)

Begini ceritanya!  Otot di bawah siku kiri saya di bagian atas dan bawah tiba-tiba kaku, susah digerakkan dan terasa nyeri, kemudian saya ke dokter nyeri dan diberikan terapi tusukan jarum kecil, terapinya dilakukan setiap minggu, selama enam kali, hasilnya terus terang kurang memuaskan. Sampai saya mencari obatnya sendiri dengan berenang dan yoga. 

Setelah dilakukan terapi renang dan yoga, nyeri tersebut hilang, sampai saya lupa, kejadiannya itu sudah terjadi empat tahun yang lalu. Siku saya sehat digerakkan dan kuat mengangkat beban yang cukup, nyerinya hilang, Tiga bulan yang lalu saya melakukan isolasi mandiri karena terserempet Covid, saya beristirahat dengan tidur dan rebahan selama dua minggu dan menjalani pemulihan energi selama dua minggu. Setelah badan terasa sehat, kembali lagi muncul sakit di lengan kiri bagian atas, tepat di daerah otot yang kena suntikan vaksin Covid. 

Beberapa minggu kemudian, otot lengan tersebut mengalami kaku dan nyeri saat digerakkan.  Saya kembali pergi ke dokter nyeri untuk ditusuk jarum lagi. Setelah beberapa kali gagal mendaftar karena pasiennya penuh, akhirnya saya mendaftar ke dokter untuk pasien yang paling awal. Saya masuk ke ruang tunggu dokter sambil melihat-lihat keadaan di ruang tunggu dan pendaftaran. 

Saya terkejut melihat ramainya pasien yang datang lebih awal, yang mengalami nyeri, semuanya tua-tua dan kebanyakan bertongkat, ada juga yang berkursi roda.Hati saya ciut, dan saya langsung ngacir tanpa permisi keluar dari ruangan, saya tidak jadi mendaftar, saya langsung pulang ke rumah, dengan tekad saya harus bisa sembuh dari penyakit otot yang kaku ini, dengan berolah raga, berenang, angkat beban ringan dan yoga. 

Setelah saya rutin melakukan olah raga tersebut, setiap hari dua kali, otot lengan saya mengalami penyembuhan perlahan-lahan, lebih bisa diregangkan, sakitnya bisa saya tahan. Dua bulan kemudian, nyeri otot lengan saya sudah hilang.

Saya bertanya, kenapa otot saya kaku, nyeri dan terasa memendek, adalah karena otot saya malas, menua, kurang dilatih. Istirahat yang berkepanjangan karena sakit menyebabkan otot saya kaku. Saya beruntung bisa menemukan cara penyembuhannya sendiri dengan olah raga berenang, angkat beban ringan dan yoga. Saya teringat dengan otot-otot manusia yang tersebar di seluruh tubuhnya, dia harus terus dilatih agar tidak malas, kaku dan memendek, minimal penuaannya bisa diperlambat, masa remajanya bisa diperpanjang dengan berlatih otot.  Otot yang tidak rajin dilatih akan menjadi malas dan cepat menua.

Kemalasan bukan saja terjadi dari pikiran, bahwa pikiran yang malas bisa membuat otot yang malas, tapi juga otot yang malas juga berasal dari latihan yang jarang, sedikit dan malas digerakkan. Bekerja, berolah raga, melakukan aktivitas sehari-hari juga diselesaikan oleh otot-otot yang terlatih, agar ototnya tidak malas. 

Otot-otot harus digerakkan dengan baik, dengan rajin, agar tidak malas. Membaca, menulis, mengerjakan pekerjaan sampai tuntas, termasuk memberikan empati, memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan bantuan hanya bisa dilakukan oleh otot-otot yang rajin. Otot yang malas harus terus rajin dilatih, agar tidak kaku, agar tidak sakit. Untuk memiliki otot yang rajin, otot yang muda dan kuat diperlukan pengorbanan untuk berlatih dan berlatih, agar tidak malas. *) Direktur Utama PT  Karya Pak Oles Group. linktr.ee/pakolescom