Motivasi Karyawan PT Karya Pak Oles Tokcer (5)

Karyawan/i PT Karya Pak Oles Tokcer di Kantor pusat Jalan Nusa Kambangan No.7 Denpasar saat mengikuti motivasi secara virtual.

Pandemi Covid-19 dapat dijadikan sebagai mementum bagi Bali maupun daerah lainnya di Nusantara untuk mengintensifkan pengembangan pertanian organik tanpa sentuhan zat kimia guna menghasilkan bahan makanan sehat, bergizi dan nikmat dalam mewujudkan kesehatan tubuh  prima dan umur panjang.

“Peluang itu dimanfaatkan PT Songgolangit Persada, satu-satunya yang mendapat lisensi dari EM Research Organization (EMRO) Jepang untuk mengembangkan pupuk organik Effective Microorganisme (EM) di Indonesia. EM4 untuk pertanian, peternakan, perikanan dan mengatasi limbah permintaan selama pandemi cukup menggembirakan,” tutur Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang akrab disapa Pak Oles.

Sosok pria enerjik kelahiran Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng mengatakan hal itu pada acara Webinar Motivasi  Karyawan dalam masa pandemi untuk menyongsong tahun 2022 mengusung tema “Mau Ke Mana Kita Menuju?”.

Pabrik PT Songgolangit Persada di Desa Bantas, Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, selain memproduksi 4 jenis EM disamping pabrik utamanya di Desa Bengkel, Buleleng juga memproduksi pupuk organik padat Bokashi Kotaku danTanah Subur Pak Oles.

Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maupun Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) menyebabkan masyarakat luas banyak mempunyai waktu luang di rumah  dimanfaatkan untuk bertani organik skala rumah tangga maupun di lahan sempit menggunakan media pot atau polybag.

Tanah Subur, Bokashi Kotaku dan EM4 untuk semua jenis cukup diminati masyarakat dalam mengembangkan usaha pertanian di masa pendemi. Karena usaha pertanian organik itu sekaligus berfungsi sebagai sarana refreshing, olahraga, belajar, penelitian dan pengembangan produk organik untuk kesejahteraan umat manusia.

“Kami Bersyukur PT Songgolangit Persada tetap eksis sehingga bisa membantu PT Karya Pak Oles Tokcer yang penjualan produknya mengalami penurunan akibat sering berlakunya PPKM selama dua tahun belakangan ini” ujar Pak Oles seraya berharap pandemi segera pulih kembali.

Tim Marketing PT Karya Pak Oles Tokcer yang terdiri atas Sales Promotion Group (SPG), Sales Spriding, Salesmen Talking Order (TO) dan pegawai yang menjual di konter-konter Pak Oles dituntut untuk lebih mengintensifkan kegiatan, disamping memanfaatkan media sosial (Medsos), facebook, instagram, twitter dan WA group.

“SPG dapat lebih optimal dengan berbagai segi, efisien dan distribusi yang merata ke toko-toko dan pelayanan online. Saya bangga melihat tim distribusi dengan cekatan melayani satu toko besar, meskipun hanya membeli satu biji Minyak Bokashi jumbo. Itulah yang harus kita lakukan agar pelanggan tetap setia,” ujar Pak Oles.

Pemasaran Minyak Bokashi dan produk Ramuan Pak Oles lainnya lebih diintensifkan untuk semua sektor, menertibkan dalam pemberikan potongan harga sebagai upaya mencegah terjadinya perang harga. Penjualan secara online maupun promosi selama masa pandemi 2 tahun terakhir lebih diintensifkan.

Sementara promosi melalui media elektronik radio, televisi serta media cetak koran berkurang, karena semuanya beralih ke digital. Pada sisi lain saya akan selalu hadir setiap ada undangan untuk tampil sebagai pembicara dalam webinar tentang herbal, karena pembandingnya Minyak Oles Bokashi produk PT Karya Pak Oles Tokcer sangat kuat. linktr.ee/pakolescom