EM Tingkatkan Produksi Jeruk Dua Kali Lipat, Turunkan Biaya Produksi 40%.

Menggunakan EM selama 6 tahun (2012-2018), dapat memanen hasil jeruknya 90 ton per hektar.

Pertanian jeruk milik keluarga Antola terletak di Provinsi Huaral, sebelah utara Lima, Peru. Jenis jeruk yang ditanam adalah Tangelo dan W-Murcot. Teknologi Effective Microorganisme (EM) digunakan melalui penyiraman/ irigasi dan disemprotkan ke daun tanaman sejak 2012.

Fermentasi pupuk cair digunakan untuk memupuk tanaman dengan menyiramkannya ke dalam tanah. Pupuk cair dibuat dari sisa-sisa ikan yang dicampur dengan EM1 (nama dagang EM internasional, di Indonesia EM4), molas dan air, selanjutnya difermentasi selama 6 hari. Setiap minggu mereka menggunakan 20 liter pupuk cair per hektar.

Direktur Utama PT Songgolangit Persada Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menjelaskan, hasil kebun jeruknya sangat menggembirakan. 80% produksi jeruknya sangat bagus kualitasnya dan mereka mulai mengekspor.

Setelah mereka menggunakan EM selama 6 tahun (2012-2018), mereka dapat memanen hasil jeruknya 90 ton per hektar. Petani tetangganya, yang tidak menggunakan Teknologi EM hanya mampu berproduksi 55 ton per hektar, kurang dari dua pertiga dibandingkan dengan produksi jeruk keluarga Antola.

Dengan Teknologi EM, keluarga Antola bisa memotong biaya pupuk kimia dan biaya produksi kebunnya sampai 40%. (Materi diambil dari EM in The World 2018, Case Study, diseminarkan di Okinawa 24-25 November 2018). linktr.ee/pakolescom