Aroma Daun Sereh Masih Tetap Menggoda

Hamparan tanaman sereh milik Sulyono di Dusun Pondokrejo, Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Oleh: Albert Kin Ose Moruk

Hari masih pagi. Tampak di timur, matahari baru mulai bersinar di sela-sela pepohonan. Orang -orang ramai bepergian sesuai rencana hari itu. Sebuah sepeda motor Honda 2016 berplat N yang ditunggangi seorang ibu bernama Nurul berusia 42 tahun itu perlahan parkir di dekat kebun yang ditanami pohon Sereh. 

Rupanya ibu Nurul sudah menjadi pembeli tetap di kebun milik Sulyono yang sudah berusia  85 tahun di Dusun Pondokrejo, Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sepertinya pohon serei itu tidak perlu ditawar lagi. Bu Nurul langsung memotong atau memanennya. Sebanyak 14 rumpun atau pohon lalu dikumpulkan untuk dibersihkan sebelum diikat.

”Jika beli semuanya Rp 250 ribu. Tergantung pada yang mau beli. seluruhnya di dalam kebun seluas sekitar 1 hektar tersebut. Saya hanya menawarkan yang ada” kata Sulyono, petani yang sudah lanjut usia yang masih tetap enerjik itu. Dari pohon Sereh yang dipanen, ternyata Ibu Nurul membayar Rp 40.000 kepada Suliyono selaku pemiliknya.

Dari hasil pembelian tersebut Ibu Nurul menjual kembali di Pasar Yosowilangun, Kecamatan Yosowilangun atau langsung dibawa ke Pasar Lumajang. ”Ya lumayan, kata Bu Nurul tersenyum. Dirinya bisa mendapat untung sekitar 50.OOO apalagi dijual masih dalam keadaan segar-segar.

Daun sereh itu siap dijual ke Pasar Yosowilanun, Kecamatan Yosowilangun yang berjarak sekitar 7 km atau langsung dijual di Pasar Lumajang, Jl Jenderal Sudirman, Ibukota Kabupaten Lumajang  yang berjarak sekitar 18 km ke arah barat.

Menurut Sulyono, tananan sereh biasanya dipelihara selama tiga bulan. Setelah dijual tanaman baru kembali ditanam lagi. Tananan ini digandrungi masyarakat untuk dikonsumsi, ujarnya.

Tanaman sereh yang juga disebut serai untuk masakan khas Indonesia termasuk rempah-rempah  yang sering digunakan untuk menambah cita rasa, disamping serai juga dapat dihidangkan menjadi minuman hangat.

Serai mengandung beragam zat gizi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B9 (folat), mineral magnesium, zat besi, kalium, fosfor, dan kalsium. Selain itu memiliki sifat antibakterial yang menguntungkan antara lain analgesik, anti-inflamasi, antidepresan, antipiretik, antiseptik, antibakteri, antijamur, zat karminatif, diuretik, dan insektisida.

Demikian pula daun, batang, dan umbi serai bisa digunakan menjadi khasiat kesehatan tubuh yakni menangkal penyakit, aktivitas senyawa antioksidan pada ramuan serai dapat memberikan manfaat berupa perlindungan dari radikal bebas, membantu dalam menjaga kadar kolesterol tetap seimbang, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Selain itu sebagai aroma terapi pengusir nyamuk. Serai dimanfaatkan sebagai aroma terapi oleh bangsa India dan Timur Tengah dan di Indonesia sendiri, batang serai ditumbuk dan didiamkan beberapa saat untuk membantu mengusir nyamuk yang menyebabkan gatal dan demam berdarah.  linktr.ee/pakolescom